Dasar Hukum Tenaga Kesehatan Menurut UUD No 6 tahun 1963

Posted on

Pada Tanggal 22 Juli 1963 Telah Di undang-undang NO 6 tahun 1963 Tentang Tenaga Kesehatan

uu no 6 tahun 1963 ini mencabut

  • ketentuan-ketentuan dalam het Reglement Op den Diesnt der volksge-zondheit mengenai tenaga kesehatan
  • undang undang tentang pembagian tenaga dokter . dokter gigi dan bidan secara rasional ( UUD TAHUN 1951 NO 9)
  • undang undang tentang mengatur tenaga dokter partikulir dalam keadaan genting (UUD TAHUN 1951 NO 10)

Pengertian Tenaga Kesehatan Menurut UNDANG UNDANG  Kesehatan Tahun 1963

tenaga kesehatan

– adapun yang dimaksud tenaga kesehatan menurut undang undang tenaga kesehatan tahun 1963 ialah :

I. Tenaga kesehatan sarjana yaitu :

  1. dokter
  2. dokter gigi
  3. apoteker

II. Tenaga Sarjana Muda , menengah dan rendah ,

  1. di bidang farmasi : asisten apoteker dan sebagainya
  2. di bidang kebidanan : bidan dan sebagainya
  3. di bidang perawatan : perawat physioterapis dan sebagainya
  4. di bidang kesehatan masyarakat : pemilik kesehatan resepsionis

Tenaga kesehatan Sarjana Termasuk Golongan Sarjana Pada Umumnya Pendidikannya Di selengarakan oleh departemen perguruan tinggi dan ilmu pengetahuan ( sekarang departemen P Dan K)

–  syarat untuk melakukan pekerjaan dokter /dokter gigi/ apoteker

  • yang bersangkutan memiliki ijazah dokter / dokter gigi menurut peraturan yang berlaku
  • yang bersangkutan memiliki ijazah dokter / dokter gigi di luar negeri sederajat dengan universitas negara menurut peraturan yang berlaku

– syarat untuk melakukan perkerjaan farmasi sebagai apoteker :

  • yang bersangkutan memiliki ijazah apoteker menurut peraturan yang berlaku
  • yang bersangkutan telah melakukan pekerjaan ke farmasian/sebagai apoteker(PRAKTER KERJA LAPANGAN) menurut undang undang yang berlaku

– tugas pekerjaan tenaga kesehatan sarjana muda , menengah dan rendah

tugas perkerjaan tenaga kesehatan sarjana muda menengah dan rendah ditetapkan berdasarkan pendidikan dan pengalamanya , sebagai contoh tugas pekerjaan tenaga kesehatan yang dimaksud di atas adalah sebagai berikut :

  • tugas pekerjaan tenaga bidan yang berdasarkan pendidikanya terutama memberikan pertolnga pada persalinan normal
  • tugas pekerjaan tenaga kesehatan perawat pada pokoknya adalah merawat penderita sakit dan membantu dokter dalam hal mengobatinya
  • tugas pekerjaan assisten apoteker adalah melakukan pekerjaan kefarmasian yang terbatas berdasarkan pendidikanya dan membantu perkerjaan apoteker

tenaga kesehatan sarjana-muda menengah dan rendah melakukan perkerjaan di bawah pengawasan dokter/dokter gigi / apoteker / sarjanan lainya yang dimaksud dalam nomor 45 nomor 1 di atas tenaga kesehatan sarjana , kepada tenaga kesehatan tertentu dapat diberikan wewenang terbatas untuk menjalankan perkerjaanya tanpa pengawasan langsung .

– bimbingan pemerintah

dengan mengingat ketentuan-ketentuan dalam undang-undang tentang pokok kesehatan ( undang undang tahun 1960 no 9 lembaran negara tahun 1960 no 131 ) menteri kesehatan mengatur , membimbing dan mengawasi tenaga kesehatan dalam melakukan tugas pekerjaanya .

perjalanan perkembangan masyarakat dan negara ke arah masyarakat sosial dibimbing , dengan adanya pimpinan di segala bidang (demokrasi terpimpin ekonomi terpimpin dan seterusnya ) maka dalam rangka kenyatan ini dengan tegas diterangkan bahwa dalam melakukan tugas perkerjaan tenaga kesehatan berada dibawah pimpinan menteri kesehatan .

pemerintah memberi kesempatan agar tenaga kesehatan non akademikus dapat mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan jalan pendidikan-pendidikan dan kursus tambahan banyak hal yang harus dilakukan tenaga kesehatan jadi mereka yang ingin menjadi tenaga kesehatan harus bersungguh sungguh dan memilik kesiapan mental yang baik , dan mereka juga harus siap untuk menerima pasien dalam kondisi apapun seperti yang di sebutkan dalam sumpah nya tersebut.

– tindakan-tindakan administratif terhadap tenaga kesehatan

  • dengan tidak mengurangi ketentuan ketentuan didalam kitab undang-undang hukum pidana dan peraturan-peraturan perundag-undangan lain maka terhadap tenaga kesehatan dapat dilakukan tindakan-tindakan administratif dalam hal sebagai berikut .
    • melalaikan kewajiban
    • melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak boleh diperbuat oleh seorang tenaga kesehatan, baik mengigat sumpah jabatanya maupun sumpah tenaga kesehatan
    • mengabaikan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh tenaga kesehatan
    • melanggar sesuatu ketentuan menurut atau berdasarkan undang undang ini .
  • tindakan-tindakan yang dimaksud di atas dapat di ambil oleh pejabat kesehatan tertinggi di daerah tingkat I  dan atau menteri kesehatan , setelah diadakan pemeriksaan yang teliti

dengan ketentutan ini seorang tenaga kesehatan yang merasa diperlakukan tidak menurut norma-norma keadilan dapat naik banding ke instansi yang lebih tinggi , dengan demikian kepentingan seorang tenaga kesehatan mempunyai perlindungan hukum dan sewajarnya .

source : PHI oleh Drs. Cst Kansil 

x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.