Ilmu Fiqih Imam Syafii

Posted on

Ilmu Fiqih Imam Syafii

Ilmu Fiqih yang dibawa oleh Imam Syafii adalah merupakan suatu zaman perkembangan fiqih dalm sejarah perundangan Islam, oleh karena itu ia mengumpulkan atau menyatukan ilmu fiqih ahli-ahli akar pikir dengan ilmu fiqih imam syafii merupakan ikatan sunnah dengan kias dan pemikiran dengan beberapa pertimbangan, sebagaimana juga adalah ilmu fiqih yang menetapkan cara-cara atau peraturan untuk memahami Al-Qur’an dan Hadits, juga dia menetapkan kaidah-kaidah pengeluaran hukum dan kesimpulannya, oleh karena itulah beliau berhak dianggapp sebagai penulis ilmu Ushul Fiqh.

Menurut apa yang terbukti diatas bahwa Imam syafii mulai menyusun mazhab fiqihnya setelah beliau mempelajari ilmu fiqih di Madinah dan begitu juga ilmu Fiqih orang-orang irak. Beliau memperbadingkan di antara keduanya serta beliau berbincang dengan orang yang ahli dari kedua tempat. Sesungguhnya mazhab Imam Syafii mulai berkembangan dimekkah, kemudian berpindah ke Baghdad, beliau menyempurnakan mazhab fiqihnya setelah belia mempelajari ilmu fiqih di Madinah dan begitu juga ilmu fiqih orang-orang Irak. Beliau membuat perbadingan di antara keduanya serta beliau berbincang dengan orang yang ahli dari kedua tempat. sesungguhnya mazhab imam syafii mulai berkembang dimekkah, kemudian berpindah ke Baghdad, belaiau menyempurnakan mazhabnya, disana, kemudian berpindah ke Mesir, di mesir ajaran mazhab mulai memancar, Imam Syafii menambah dan juga mengurangi atau mengubah ilmu fiqihnya disebabkan perubahan masyarakat dan keadaan sekitarnya.

ilmu fiqih dan mazhab Imam Syafii menjadi Al-Qur’an sebagai sumber yang pertama dalam menetap hukum-hukum dan perundangan kemudia beliau berkata bahwa As-Sunnah adalah menyamai taraf Al-Qur’an, karena dia penerang dan penafsir dalam Al-Qur’an oleh sebab itu beliau menganggapnya sebagai sumber yang kedua setelah Al-Qur’an. Apabila didapati hadist yang benar disisnya beliau mengikutinya, beliau pernah berkata : Adakah bagi seseorang lain hujjah terhadap Rasulullah ? dan beliau berkata : apabila hadist itu benar sah maka ia adalah mazhabku.

Apabila Imam Syafii menemui sesuatu permasalahan pertama kali beliau mencari Hadist Nabawi untuk panduan beliau pernah memberikan kepada murid-muridnya meninggalkan pendapat beliau dan mengambil hukmu-hukum yang dibawa oleh hadist jika didapat hadist itu berlawan dengan pendapatnya.

Imam Syafii pernah berkata : Dimana saja bumi membawaku dan di mana pun juga langit meneduhku, apabila diceritakan dari Rasullullah SAW. Sedangkan aku tidak mengatakannya : Yaaa, aku dengar dan patuh ! dan betentangan dengan perkataanku maka perkataan atau pendapat adalah apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw. dan itulah pendapatku.

Oleh Karena itu imam syafii sangat mengetahui kedudukan hadist-hadist, kita dapati beliau bersungguh-sungguh untuk menghafal hadist sehingga ibnu farhun pernah berkata didalam kitab “ad-Dijabul menghafal kitab Al-Muwatta dalam tempo sembilan malam. Sementara Muhammad bin Al-Hasan berkata : jikapara ahli hadits bercakacakap maka percakapan mereka melalui lidah syafii.

Al-Hasan bin Muhammad Az-Za’firani berkata : Para ahli hadist adalah tidur, Imam Syafii menyadarkan mereka, maka mereka pun sadar, dan dikatakan kepada Ibnu Khuzaimah : adakah di antara hadist yang tidak dimuatkan oleh syafii ke dalam kitabnya?jawabnya : Tidak Hilal bin Al-Ala berkata : Para Akhli hadist adalah anak-anaknya Imam Syafii, beliau pembuka kunci untuk mereka itu.

Oleh karena itu Imam Syafii berhak dinamakan pembantu hadist ! Fakhruddin Ar-Razii menggambarkan tanggung jawab yang besar yang dipukul oleh imam syafii dalam usaha menyatukan antara pematuhan terhadap hadist dan menggunakan akal pemikiran tersebut.

Imam syafii adalah seorang yang mengetahui terbagi menjadi dua golongan : golongan ahli hadist dan ahli pikir. Ahli hadist ialah mereka yang menghafal hadist dari Rasulullah SAW. Kecuali mereka tidak mampu untuk memikirkan dan berbincang-bincang.

x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.