KIAT MENJADI GURU YANG DIRINDU SISWA DIERA MERDEKA

4 min read

Pengaruh seorang guru yang baik tak akan pernah bisa dihapus.

Pernahkah pembaca semua memiliki pengalaman belajar yang sangat menyenangkan lagi berkesan bersama seorang guru waktu masih bersekolah? Masih ingatkah bapak dan ibu siapakah sosok guru tersebut? Menurut bapak dan ibu mengapa pengalaman belajar tersebut menjadi sangat menyenangkan dan meninggalkan kesan yang mendalam? Selain bapak dan ibu, siapa saja yang terlibat dalam pengalaman menyenangkan tersebut?

Pembaca yang budiman, kita semua pasti memiliki jawaban tersendiri dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Saya pribadi juga memiliki pengalaman belajar yang sangat menyenangkan saat bersekolah dulu di mata pelajaran sejarah. Saat itu teknologi digital sudah ada, hanya saja penggunaannya dalam dunia pendidikan masih belum sebesar sekarang. Hanya dengan bermodalkan “kartu berpasangan” sederhana, guru sejarah saya berhasil membuat pembelajaran sejarah di tengah hari itu menjadi bersemangat, penuh tawa dan tentu saja penuh makna. Mengapa penuh makna? Karena kami tidak saja mendapat pengetahuan baru terkait materi sejarah tapi juga secara tidak langsung kami belajar bagaimana bekerjasama, berkomunikasi yang baik dan berpikir cepat. Pengalaman belajar yang demikian tentu saja saya rasakan karena adanya seorang guru yang inovatif.

Lantas apa itu inovatif? Ridwan La Tjadi dalam bukunya yang berjudul Manajemen Kerja Inovatif Guru menjelaskan pengertian inovatif sebagai seperangkat kegiatan individu guru yang disengaja untuk memperkenalkan dan menerapkan ide, proses, prosedur, metode dan produk yang baru dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Inovasi muncul ketika dihadapkan pada tujuan, situasi atau permasalahan tertentu. Guru era ini menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dari era sebelumnya. Perubahan besar pada semua aspek kehidupan serta pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi menuntut guru untuk semakin terampil dalam menyajikan pembelajaran. Dari sinilah kita menyadari tentang pentingnya menjadi guru yang inovatif. Guru yang inovatif memiliki daya lentur yang memungkinkan dirinya dengan mudah mengikuti perkembangan dan menjawab tantangan yang ada pada lingkungan maupun zamannya. Bisa dikatakan guru inovatif adalah seorang pembelajar sepanjang hayat yang tidak mengenal kata menyerah dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas lagi bermakna. Mereka menggunakan kegiatan refleksi untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah mereka laksanakan dan mulai melihat potensi yang ada di sekitarnya untuk mendukung serta meningkatkan kualitas pembelajaran, minat belajar murid, mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan serta memperbaiki pembelajaran sebelumnya ke arah yang lebih baik. Guru inovatif adalah guru yang kehadirannya ditunggu-tunggu dan dirindu oleh murid-muridnya.

Lalu bagaimana agar seorang guru bisa mewujudkan sosok guru yang inovatif yang ditunggu-tunggu dan dirindu terlebih di tengah banyaknya tantangan di zaman ini? Berikut saya paparkan tipsnya:

  1. Berpusat pada Murid. Berpusat pada murid adalah ruh dari kurikulum Merdeka yang sekarang tengah digaungkan. Guru yang inovatif perlu menggali apa yang diinginkan atau dibutuhkan murid dalam pembelajaran. Sering sekali kita menemukan kegiatan pembelajaran yang telah dibuat sedemikian rupa gagal dikarenakan guru tidak mengetahui dan tidak mencoba untuk menggali pembelajaran seperti apa yang diinginkan murid. Guru perlu memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh murid, kondisi lingkungan serta zaman mereka agar dapat mendesain pembelajaran yang tepat guna dan bermakna. Guru bisa menggunakan pertanyaan-pertanyaan seperti “apa yang murid butuhkan?”, “apa saja yang bisa saya lakukan agar suasana dan proses pembelajaran ini lebih baik?”, dan “bagaimana saya dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak untuk mewujudkan pembelajaran yang mereka sukai?”. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu guru untuk mendapatkan informasi yang tepat agar dapat mempertimbangkan aspek apa saja yang perlu disiapkan untuk pembelajaran yang lebih berkualitas bersama murid. Yakinlah, guru yang menanamkan nilai berpusat pada murid akan menjadi guru yang selalu ditunggu dan dirindu murid karena guru akan selalu melibatkan segala aspek yang ada pada murid sehingga tidak hanya membangun semangat murid dalam belajar tapi juga ingatan jangka panjang mereka tentang seluruh proses pembelajaran yang mereka jalani.
  2. Kolaborasi. Kolaborasi adalah proses bekerjasama untuk menghasilkan ide dan gagasan, pemecahan masalah, dan mewujudkan visi bersama untuk mendukung serta meningkatkan kualitas pembelajaran ke arah yang lebih baik. Kegiatan kolaborasi memungkinkan guru untuk terhubung dengan orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda sehingga guru dapat mempelajari berbagai jenis pengetahuan baru dan meningkatkan keterampilan serta kemampuannya dalam berinovasi. Saya pribadi sangat merasakan manfaat yang sangat besar saat melakukan kolaborasi. Pengetahuan saya menjadi lebih luas, baik tentang materi ajar maupun penggunaan media-media pembelajaran. Selain itu dengan berkolaborasi kita bisa saling memberikan motivasi agar terus belajar menjadi guru yang terbaik untuk murid. Guru dapat mengikuti berbagai macam kegiatan workshop pembuatan media mengajar ataupun kegiatan yang menunjang lainnya.
  3. Jeli Melihat Potensi. Untuk menjadi guru yang inovatif adakalanya kita harus jeli dalam melihat potensi yang ada di sekitar kita, baik potensi yang ada pada murid, lingkungan sekitar maupun seluruh potensi karena adanya perkembangan zaman. Kita hidup di zaman teknologi yang berkembang pesat. Di dunia pendidikan banyak sekali bermunculan teknologi digital yang keberadaannya dapat mendukung proses pembelajaran. Hanya saja tidak semua guru dapat menguasai ataupun menggunakan teknologi untuk mendukung proses pembelajarannya. Maka sebagai salah satu jalan keluarnya adalah guru dapat melihat potensi yang ada di lingkungan sekitarnya untuk membuat terobosan-terobosan baru dalam pembelajaran. Pengalaman belajar yang saya ceritakan di awal tulisan ini adalah salah satu bukti bahwa guru inovatif adalah guru yang jeli melihat potensi. Hanya dengan membuat kartu berpasangan dari kertas HVS pun guru saya sudah dapat membawa banyak warna dalam proses pembelajaran yang sampai sekarang masih melekat kuat di ingatan saya. Guru dapat juga melihat potensi yang ada pada murid. Pengalaman saya saat mengajar dulu, saya melihat murid senang sekali bermain kartu UNO. Lalu dengan pendekatan dan komunikasi yang hangat, saya mengajak murid-murid untuk membuat sebuah kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan kartu UNO dan hasilnya mereka berhasil membuat modifikasi permainan kartu UNO yang sangat seru. Sampai sekarang permainan tersebut menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam kegiatan pembelajaran saya. Tanpa media pun juga bisa. Hanya dengan kegiatan menutup mata dan berhitung saya sudah bisa mengajak murid untuk belajar sambil mengasah fokus mereka.
  4. Lakukan Kegiatan Refleksi. Kegiatan refleksi adalah kegiatan penting untuk membuat pembelajaran berikutnya menjadi lebih baik.  Dengan melakukan kegiatan refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi guru untuk berpikir sejenak dan merenungi apakah praktik pembelajaran yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran yang sudah berlangsung. Banyak sekali model refleksi yang bisa guru gunakan untuk mengevaluasi pembelajarannya selama ini, salah satunya adalah model 4F, yakni Fact, Feeling, Finding, Future. Guru dapat menuliskan fakta-fakta peristiwa yang ditemukan saat melakukan pembelajaran, guru kemudian menuliskan bagaimana perasaannya saat proses pembelajaran tersebut berlangsung dan mengapa perasaan itu muncul? Selanjutnya guru menuliskan pelajaran apa yang didapatkan dari proses tersebut? Apa saja hal baru yang diketahui setelah proses pembelajaran tersebut? Terakhir guru menuliskan apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik jika guru melakukan proses pembelajaran yang sama di masa depan? Apa tindakan yang akan dilakukan setelah belajar dari proses pembelajaran bersama murid tadi? Melakukan kegiatan refleksi secara rutin akan menumbuhkan semangat guru untuk melakukan inovasi dalam pembelajarannya sehingga tercipta kegiatan pembelajaran yang semakin berkualitas.

Perlu diingat kunci dari guru inovatif adalah daya lentur dan daya lenting yang tinggi. Seorang guru yang inovatif akan terus belajar, mengerti akan kebutuhan murid-muridnya serta melakukan adaptasi di tengah perkembangan lingkungan dan zaman, sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang inovatif. Guru inovatif adalah guru yang pantang menyerah, mereka akan selalu melakukan refleksi sehingga baik dirinya maupun proses pembelajarannya akan selalu meninggalkan kesan yang mendalam di hati murid-murid tercinta. Semoga kita semua bisa menjadi guru terbaik bagi murid-murid kita. Kapanpun dan dimanapun mereka akan selalu mengingat masa-masa bahagia saat belajar bersama guru mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.