MENGETAHUI APA ITU EVALUASI PENDIDIKAN !

Posted on

PENDAHULUAN

Pendidikan memiliki banyak fungsi diantaranya adalah untuk menjadikan peserta didik manusia yang bisa diharapkan oleh keluarga maupun bangsa maka sebab itu pendidikan memiliki sifat wajib. Pendidikan bisa dilaksanakan dimana saja bahkan pendidikan paling utama ada di dalam lingkungan keluarga sedangkan sekolah adalah tempat mendidik dan mengajar serta membentuk karakter yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan yang terdapat di dalam kurikulum, untuk mengetahui setiap siswa atau peserta didik telah mencapai tujuan yang ada dalam kurikulum maka diperlukan evaluasi.

Evaluasi secara luas adalah suatu proses memperoleh, merencanakan, dan menyediakan informasi yang sangat dibutuhkan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Mehrens & Lehmann, 1978:5). Nah, dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa setiap kegiatan evaluasi atau penilaian adalah suatu proses yang sengaja direncanakan untuk medapatkan informasi atau data, dan dengan berdasarkan data tersebut kemudian akan di coba untuk membuat suatu keputusan.

Tentunya informasi atau data yang di kumpulkan tersebut haruslah data yang sudah sesuai untuk mendukung tujuan dari evaluasi yang telah di rencanakan tersebut. Ada banyak sekali contoh-contoh evaluasi yang terdapat di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari sudah banyak sekali kita melakukan kegiatan evaluasi, oleh sebab itu kegiatan evaluasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita.

Sedangkan pengertian evaluasi pendidikan menurut Norman E. Gronlund (1976) adalah “Evaluation… a systematic process of determining the extent to which instructional objectives are achieved pupils” yang artinya evaluasi adalah suatu proses secara sistematis yang berguna untuk menentukan atau membuat keputusan yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran yang telah dicapai oleh siswa. Dan menurut Wrightstone dan kawan-kawan (1956: 16) memiliki maksud yang sama dengan di atas namun kata – katanya saja yang berbeda, mereka mengatakan bahwa “Educational evaluation is the estimation of i’owih and progress of pupils toward objectives or values in the curriculum.” Maksudnya dari Wrightstone dan kawan-kawan adalah pendidikan merupakan taksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilainilai yang telah di tetapkan di dalam kurikulum

Dalam proses pendidikan, evaluasi merupakan salah satu komponen penting dan memainkan peranan yang besar dalam mengidentifikasi keberhasilan suatu program pendidikan. Pada dasarnya, evaluasi dimaksudkan untuk memperoleh data atau informasi tentang jarak antara situasi yang ada dan situasi yang diharapkan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu. Dengan menggunakan data dan informasi yang ada, guru dapat mengambil keputusan tentang kegiatan belajar mengajar selanjutnya. Agar proses evaluasi dapat berlangsung, maka instrumen evaluasi harus direncanakan, disusun, dan dilaksanakan. 

PEMBAHASAN

Peranan Evaluasi dalam Pendidikan dan Pengajar

Keberhasilan seorang guru dalam tugas mengajar, dapat dilihat dari hasil yang dicapai oleh para muridnya. Bagaimana seorang pendidik dapat mengetahui apakah muridnya maju dalam belajarnya kalau tidak mengadakan penilaian terhadap hasil belajar muridnya. Demikian pula, bagaimana seorang guru dapat mengetahui bagian-bagian pelajaran yang manakah yang dianggap sukar oleh para anak didik, kalau ia tidak mengadakan penilaian secara teliti terhadap hasil-hasil yang dicapai oleh mereka. Keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya, dapat dilihat dari hasil yang dicapai oleh para muridnya. Hasil kegiatan evaluasi tersebut akan memberikan gambaran kepada guru dalam menyusun program berikutnya. Dengan demikian akan memberikan kesempatan kepada guru untuk melakukan program perbaikan (remedial). Dalam proses pembelajaran, istilah tes, pengukuran dan evaluasi merupakan satu bagian yang tidak dapat terpisahkan. Ketiga istilah tersebut memang saling terkait tetapi masing-masing memiliki pengertian yang berbeda.

Evaluasi merupakan  proses  yang  sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan, mendeskripsikan, mengintepretasikan dan menyajikan informasi untuk dapat digun meny akan sebagai dasar membuat keputusan, menyusun kebijakan maupun usun program selanjutnya. Evaluasi atau penilaian merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh setiap guru, mempunyai arti yang sangat besar bagi keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran guru dan murid. 

Evaluasi berasal dari kata ”Evaluation” yang berarti ”menilai”. Menilai lebih dalam maknanya dari mengukur. Dengan mengukur kita akan mendapatkan gambaran sesuatu yang diukur secara kuantitatif. Evaluasi adalah evaluasi suatu proses pemberian nilai/makna terhadap data/informasi yang diperoleh dari hasil tes dan pengukuran. Evaluasi dapat dijadikan ukuran yang dapat dipertanggung jawabkan untuk menilai keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh gurunya, apakah proses belajar mengajar berlangsung secara efektif atau malah sebaliknya. Guru sering terkejut melihat hasil proses belajar mengajar yang menurut gurunya sudah dilaksanakan dengan baik, namunternyata hasil tes menunjukkan kurang baik. Dengan demikian evaluasi merupakan tindak lanjut dari adanya alat ukur (tes) dan pengukuran. Evaluasi merupakan kegiatan yang harus dilakukan terus menerus pada setiap program, karena tanpa evaluasi sulit untuk diketahui kapan, dimana dan bagaimana perubahan-perubahan akan dibuat. Evaluasi dapat dilaksanakan dalam rangka menggambarkan kemajuan yang dicapai oleh seseorang. Menurut Trisnawati Tamat dan Moekarto Mirman (2008:9.4) Evaluasi atau penilaian mempunyai arti : Usaha guru untuk mengetahui ukuran atau perbandingan guna mendapatkan gambaran tentang, tujuan atau target terhadap penguasaan bahan ajar yang telah dicapai oleh anak didik.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara ulangan atau ujian. Pelaksanaannya secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh, dalam bentuk kuantitatif (jumlah) maupun kualitatif (mutu), sesuai dengan ukuran tertentu. Selanjut Nurhasan (2009:1.5) mengemukakan proses evaluasi meliputi: Pengumpulan data (hasil pengukuran), Mempertimbangkan arti data ini dengan berpatokan kepada suatu standar. 

Membuat keputusan dan alternatif tindakan berdasarkan data. Sasaran evaluasi adalah menghasilkan suatu keputusan rasional di dalam usaha meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar. Evaluasi proses belajar itu bergantung langsung pada kemampuan guru untuk melaksanakan ketiga langkah tersebut. Setelah diketahui perbedaan antara tes, pengukuran dan evaluasi, dapat diketahui hubungan antara ketiganya. Tes adalah alat atau instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan informasi. Pengukuran adalah menyediakan sarana untuk mengumpulkan informasi. Sedangkan evaluasi adalah proses memberikan nilai atau harga dari data yang terkumpul. Data yang terkumpul digunakan untuk mengambil keputusan, apakah anak didik memperoleh kemajuan atau tidak?. Dari beberapa definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa istilah tes hanya salah satu alat pengumpul informasi, pengukuran adalah bagian dari penilaian. Dalam pengukuran kita belum melakukan penafsiran terhadap informasi yang diperoleh. Kita belum membuat keputusan terhadap murid kita cerdas atau berprestasi dalam kelasnya. Sedangkan evaluasi adalah suatu proses pemberian nilai/makna terhadap data/informasi yang diperoleh dari hasil tes dan pengukuran.

  1. Manfaat evaluasi

Evaluasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip evaluasi, akan memiliki manfaat. Daryanto (1997:9) mengemukakan manfaat evaluasi adalah sebagai berikut: Manfaat bagi siswa. Dengan diadakannya penilaian, maka siswa dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. 

Hasil yang diperoleh siswa dari pekerjaan menilai ini ada 2 kemungkinan: (1) Memuaskan. Jika siswa memperoleh hasil yang memuaskan, dan hal itu menyenangkan, tentu kepuasan itu ingin diperolehnya lagi pada kesempatan lain waktu. Akibatnya, siswa akan mempunayi motivasi yang cukup besar untuk belajar lebih giat, agar lain kali mendapat hasil yang lebih memuaskan lagi.. (2) Tidak memuaskan. Jika siswa tidak puas dengan hasil yang diperoleh, ia akan berusaha agar lain kali keadaan itu tidak terulang lagi. Maka ia lalu belajar giat. Namun demikian, keadaan sebaliknya dapat terjadi. 

Ada beberapa siswa yang lemah kemauannya, akan menjadi putus asa dengan hasil kurang memuaskan yang telah kriterimanya. Manfaat bagi guru adalah (1) Dengan hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat mengetahui siswa-siswa mana yang sudah berhak melanjutkan pelajarannya karena sudah berhasil menguasai bahan, maupun mengetahui siswa-siswa yang belum berhasil menguasai bahan. Dengan petunjuk ini guru dapat lebih memusatkan perhatiannya kepada siswa-siswa yang belum berhasil. (2) Guru akan mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa, sehingga untuk memberikan pengajaran di waktu yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan. (3) Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum. Jika sebagian besar dari siswa memperoleh angka jelek pada penilaian yang diadakan, mungkin hal inidisebabkan oleh pendekatan atau metode yang kurang tepat. Apabila demikian halnya, maka guru harus mawas diri dan mencoba mencari metode lain dalam mengajar. 

Manfaat bagi sekolah yaitu: Apabila guru-guru mengadakan penilaian dan diketahui bagaimana hasil belajar siswa-siswanya, dapat diketahui pula apakah kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum. Hasil belajar merupakan cermin kualitas sekolah. Informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum untuk sekolah itu dapat merupakan bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah untuk masa-masa yang akan datang. Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ke tahun, dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah, yang dilakukan oleh sekolah sudah memenuhi standar atau belum. Pemenuhan standar akan terlihat dari bagusnya angka-angka yang diperoleh siswa.

  1. Fungsi Evaluasi

Dalam setiap kegiatan pembelajaran, telah ditetapkan tujuan pembelajaran. Demikian pula dengan kegiatan evaluasi yang dilakukan guru, yang mempunyai maksud dan tujuan tertentu yaitu untuk mendapatkan informasi yang dapat memberikan gambaran tentang hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Terkait dengan fungsi evaluasi Nurhasan (2009:2.2) mengemukakan ada tiga fungsi evaluasi ditinjau dari sudut pengajaran, administrasi dan bimbingan. Ketiga fungsi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Fungsi evaluasi ditinjau dari fungsi pengajaran. Merangsang guru untuk memahami makna dan tujuan pengajaran. Mengetahui sampai sejauh mana tujuan yang ditetapkan dalam proses pembelajaran dapat dicapai, merupakan informasi yang bermanfaat bagi perbaikan dalam proses pembelajaran Pendidikan Jasmani. Keberhasilan pencapaian sasaran belajar, akan mendukung terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Merupakan umpan balik bagi guru dan siswa Hasil evaluasi yang diperoleh secara objektif, akan memberikan umpan balik bagi guru sehingga guru dapat memperbaiki kelemahan yang ada pada dirinya, merevisi bahan ajar yang sudah tidak relevan dengan tujuan pengajaran, mnyempurnakan metode pembelajaran. Sedangkan umpan balik bagi siswa, yaitu dapat mengetahui kemampuannya dalam mengikuti pelajaran di sekolah, mengetahui kelemahan yang ada pada dirinya, mengetahui kemajuan perkembangan hasil belajarnya dan kedudukannya di kelas jika dibandingkan dengan siswa lainnya. Membangkitkan motivasi belajar. Penilaian hasil belajar yang diberikan kepada siswa pada setiap kali ulangan atau pada akhir semester, akan membantu terhadap peningkatan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Motivasi belajar siswa meningkat akan mendorong terhadap peningkatan kualitas hasil belajar, yang merupakan produk dari proses pembelajaran. Merangkum atau menata kembali bahan-bahan yang telah diajarkan. 

Penataan ulang bahan ajar akan membuahkan penyempurnaan bahan ajar, sebagai bahan rujukan dalam proses pembelajaran. Atas dasar hasil evaluasi ini maka akan dilaksanakan upaya untuk menyempurnakan bahan ajar. Fungsi evaluasi ditinjau dari sudut administrasi. Dimanfaatkan sebagai mekanisme mengontrol kualitas suatu sekolah atau sistem sekolah. Mutu hasil belajar akan mencerminkan kualitas dari lembaga/sekolah itu. Bersumber dari hasil evaluasi hasil belajar siswa dapat dijadikan bahan informasi bagi monitoring dan pengendalian proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah, sebagai salah satu upaya kendali mutu sekolah tersebut. Memenuhi kebutuhan program evaluasi. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran, akan memberikan gambaran kelebihan dan keunggulan dari subjek atau objek tersebut. Informasi ini dapat dijadikan acuan dalam menyusun program evaluasi yang akan dilaksanakan di sekolah/lembaga itu, terutama mengenai bahanmasukan, proses dan hasilnya. Membuat keputusan yang lebih baik tentang pengelompokan siswa. Penentuan kelompok-kelompok siswa berdasarkan kemampuannya akan sangat membantu dalam pengajaran motorik atau keterampilan. Bagi siswa yang memiliki kemampuan motorik yang lebih baik akan lebih cepat menguasai gerakan-gertakan tersebut sehingga mereka akan lebih banyak memperoleh bahan ajar. Dengan pengelompokan yang baik akan membantu terhadap kelancaran proses pembelajaran dan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Meningkatkan kualitas sekolah.. Hasil evaluasi terhadap mutu hasil belajar, merupakan dasar dalam merencanakan program perbaikan atau penyempurnaan proses pembelajaran. Upaya lain yang dapat meningkatkan kualitas hasil belajar, yaitu peningkatan suatu daya pendukung proses pembelajaran. Menentukan kelulusan siswa. Dalam menentukan kelulusan siswa, evaluasi memberikan peran yang sangat penting. Oleh karena dalam penentuan kelulusan siswa harus didasarkan atas evaluasi yang objektif. Hasil evaluasi yang objektif dapat dicapai apabila dalam pelaksanaan evaluasinya memperhatikan prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi, yaitu evaluasi harus objektif, kontinyu dan komprehensif. Pelaksanaan evaluasi dalam menentukan kelulusan siswa harus menggunakan kriteria yang jelas dan tegas. 

Ketegasan dan kejelasan acuan penilaian akan memberikan hasil evaluasi yang memuaskan. Fungsi evaluasi ditinjau dari fungsi bimbingan. Mengadakan diagnosis. Dari hasil pengukuran dan evaluasi belajar siswa, kita dapat melihat kelemahan atau kekurangan yang dialami siswa. Atas dasar informasi itu para guru dapat melakukan perbaikan atau metode yang digunakan dalam pembelajaran. Bimbingan pilihan program studi. Ketepatan dalam memilih program studi di sekolah , akan membantu terhadap kesuksesan siswa dalam belajarnya. Selain dari itu ketepatan dalam memilih program studi, akan memberikan motivasi siswa dalam kegiatan belajarnya, sehingga dalam kegiatan belajarnya terdorong untuk meraih prestasi yang lebih baik.

  1. Ruang Lingkup Penilaian

Sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, ruang lingkup penilaian pembelajaran adalah sebagai berikut :

  1. Penilaian Kompetensi Dasar Mata Pelajaran

Kompetensi dasar pada hakikatnya adalah pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek atau subjek mata pelajaran tertentu.

  1. Penilaian Kompetensi Rumpun Pelajaran

Rumpun pelajaran merupakan kumpulan dari mata pelajaran atau disiplin ilmu yang lebih spesifik. Dengan demikian, kompetensi rumpun pelajaran pada hakikatnya merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfeksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan rumpun pelajaran tersebut.

  1. Penilaian Kompetensi Lintas Kurikulum

Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi yang harus dicapai melalui seluruh rumpun pelajaran dalam kurikulum. Kompetensi lintas kurikulum pada hakikatnya merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan kecakapan hidup yang harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secara berkesinambungan. Penilaian ketercapaian kompetensi lintas kurikulum ini dilakukan terhadap hasil belajar dari setiap rumpun pelajaran dalam kurikulum.

  1. Penilaian Kompetensi Tamatan

Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilainilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang tertentu.

  1. Penilaian Terhadap Pencapaian Keterampilan Hidup

Penguasaan berbagai kompetensi dasar, kompetensi lintas kurikulum, kompetensi rumpun pelajaran dan kompetensi tamatan melalui berbagai pengalaman belajar juga memberikan efek positif (nurturan effects) dalam bentuk kecakapan hidup (life skills)

Kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar ini, juga perlu dinilai sejauhmana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dinilai antara lain :

  1. Keterampilan diri (keterampilan personal) : penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan YME, motivasi berprestasi, komitmen, percaya diri, dan mandiri.
  2. Keterampilan berpikir rasional : berpikir kritis dan logis, berpikir sistematis, terampil menyusun rencana secara sistematis, dan terampil memecahkan masalah secara sistematis.
  3. Keterampilan sosial : keterampilan berkomunikasi lisan dan tertulis; keterampilan bekerjasama, kolaborasi, lobi; keterampilan berpartisipasi; keterampilan mengelola konflik; keterampilan mempengaruhi orang lain.
  4. Keterampilan akademik : keterampilan merancang, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian ilmiah; keterampilan membuat karya tulis ilmiah; keterampilan mentransfer dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitian untuk memecahkan masalah, baik berupa proses maupun produk.
  5. Keterampilan vokasional : keterampilan menemukan algoritma, model, prosedur untuk mengerjakan suatu tugas; keterampilan melaksanakan prosedur; keterampilan mencipta produk dengan menggunakan konsep, prinsip, bahan dan alat yang telah dipelajari.

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal, (2011), Evaluasi Pembelajaran : Prinsip-Teknik-Prosedur, Cetakan Ke-3, Bandung : PT.Remaja Rosdakarya. 

Arifin, Zainal (2006) Konsep Guru Tentang Evaluasi dan Aplikasinya Dalam Proses Pembelajaran PAI, Tesis, Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia. 

Clarke, S. (2003), Enriching Feedback in The Primary Classroom, London : Hodder Murray. 

Crooks, T. (2001), The Validity of Formative Assessment, Diakses Tanggal 5 Januari 2006 dari http://www.leeds.ac.uk/educol/documents/00001862.html 

Dimyati dan Mudjiono (1994) Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : P3MTK-Ditjen Dikti-Depdikbud. 

Hamalik, Oemar, (1989), Teknik Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan, Bandung : Mandar Maju. 

Mariana, Made Alit, (2003) Pembelajaran Remedial, BA-PGB-09, Depdiknas. 

Petri, H. L., (1986) Motivation : Theory and Research, Belmont, California : Wadsworth Publishing Company. 

Poerwanti, E., dkk., (2008) Asesmen Pembelajaran SD, Bahan Ajar Cetak, Jakarta : Ditjen Dikti-Depdiknas. 

Qualifications and Curriculum Authority (2003), Assessment for Learning : Using Assessmen to Raise Achievement in Mathematics, London : Great Britain. 

Remmer, H.H., at.al. (1967), A Practical Introduction to Measurement and Evaluation, Apleton-Century Crafts, Inc. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.