Mensiasati Kekurangan Jam Pelajaran Agama Di Sekolah-Sekolah

Posted on

Kekurangan Jam Pelajaran Agama Di Sekolah-Sekolah

Salah satu masalah yang sering ditemukan para pengamat pendidikan islam adalah adanya kekurangan jam pelajaran untuk pengajaran agama islam yang disediakan disekolah-sekolah umum seperti sekolah dasar, sekolah menengah umum dan seterusnya Masalah inilah yang dianggap sebagai penyebab utama timbulnya kekurangan para perjalanan dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama. Sebagai akibat dari kekurangan ini, para pelajar tidak memiliki bekal yang memadai untuk membentengi dirinya dari berbagai pengaruh negatif akibat globalisasi yang menerpa kehidupan. Banyak pelajar yang terlibat dalam pembuata yang kurang terpuji seperti tawuran, pencurian, penodongan, penyalah-gunaan oabt narkotik, dan sebagainya. Semua perbuatan yang dapat menghancurkan masa depan para pelajar ini penyebab utamanya adalah karena kekurangan bekal pendidikan agama. Hal ini disebabkan karena kurangnya jam pelajaran agama yang diberikan disekolah-sekolah sebagaimana yang disebut diatas.

Selain itu terdapat pula sebab lain yang membuat para pelajar banyak yang melakukan perbuatan yang negatif, yaitu kurangnya waktu memberikan perhatian, kasih sayang, bimbingan dan pengawasan terhadap putera-putreri dirumah. Karena didesak oleb berbagai kebutuhan primer, banyak orang tua, suami isteri yang terpaksa diluar rumah, dan kurang mempunyai waktu untuk putra-putri mereka.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, solusi yang ditawarkan anatara lain dengan menambah jumlah jam pelajaran agama disekolah dan dengan menambah waktu untuk memberikan perhatian, kasih sayang, bimbingan dan pengawasan dari kedua orang tua dirumah. Namun masalah nya bagaimana andai kata solusi yang ditawarkan untuk memecahkan masalah ini tidak dapat dilaksanakan. Jawabannya adalah dengan mencari solusi lain yang mungkin dilakukan.

Sejalan dengan permasalah tersebut diatas, untuk mengatasi kurangnya jam pelajaran agama yang diberikan sekolah, maka perlu adanya solusinya alternatif, Solusi sebut antara lain sebagai berikut :

Pertama dengan merubah oriwntasi dan fokus pengajaran agama yang semula bersifat subject matter oriented yakni yang semula berpusat pada pemberian pengetahuan agama dalam arti memahami dan menghafal ajaran agama sesuai kurikulum, menjadipengajara agama yang beriorentasi pada pengalaman dan pembentukan sikap keagamaan melalui pembiasaan hidup dengan agama. Pengajaran agama yang beriorentasi pada pemberian pengetahuan agama sebanyak-banyak nya seperti yang selama ini diinginkan dan diasumsikan dapat membekali sikap keagamaan sementara yanng tersedia tidak mencukupi waktu nya untuk tidak dipertahankan. Pengajaran agama, khususnya ajarana agama disekolah umum perlu dirubah arahanya kepada pengalaman agama dalam kehidupan sehari-hari. Untuk para siswa disekolah umum, mulai sekolah sekolah dasar sampai dengan tingkat menengah cara inilah yang perlu dikembangkan. Alasannya adalah karena para siswa di SD,SMP,SMA bukan diarahkan untuk menjadi ahli agama, melainkan orang yang berjiwa agama. Mereka itu intinya bisa saja menjadi dokter, arsitek,, disainer, anggota ABRI, pengusaha, ilmuwan, dan lain sebagainya. Namun semua keahliannya didasarkan pada jiwa akhlak islami, sehingga seluruh pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dapat digunakan untuk semakin mendejatkan diri kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Mereka itu berbeda dengan yang belajar disekolah-sekolah agama, seperti madrasah ibtidaiyah, Tsanawiyah Aliyah, Perguruan tinggi agama islam, yang selain ditujukan untuk menghasilakan para lulusan yang berjika dan berakhilak islami, juga menjadi ahli-ahli dibidang agama islam. Dalam kaitan ini maka porsi pelajaran agama yang memberikan kepada kelompok lulusan yang model ini harus lebih besar dari porsi agama yang diberikan kepada lulusan pada sekolah-sekolah umum sebagaimana telah disebutkan diatas.

x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.