Pembangunan Pendidikan Islam Dan Antisipasi Perkembangan IPTEK

Posted on

Pembangunan Pendidikan Islam Dan Antisipasi Perkembangan IPTEK

Bangsa Indonesia berwatak sosialistik-religius bercita-cita meraih kehidupan yang seimbang, serasi dan selaras antara kehidupan batiniah, mental-soiritual dengan kehidupan lahirlah, fisik jmateril, di mana nilai-nilai keagamaan menjadi dasar atau sumber motivasinya.

Tuntunan Agama Islam pada khususnya, sejak awal penyebenarannya di dunia ini telah mengajak dan mendorong umat manusia agar bekerja keras mencarivkesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat secara simultan. Antara etos kerja keras untuk duniawi dan ukhrawinya tak boleh dipisahkan, melainkan menjadi etos kerja yang terintegrasi yang satu sama lain saling berkaitan secara kontinu, termaksud etos ilmiah yang mendorong ke arah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Etos ilmiah dikalangan masyayarakt islam masa keemasan dari abad kedelapan masehi abad ke 14 M di kawasan timur tengan, afrika utara dan spanyol (islam di bendera Bani ummayah dan bani abbasiah di timur tengah kawasan irak, benar-benar mampu mendorong kemajuan dalam bidang filsafat, ilmu dan teknologi sehingga peradaban islam menampakaan karakteristiknya dalam prkembangan nilanilai interinsik dan ekstrinsik dalam kongfigurasinya yang islam dalam rentangnya yang luas.

Para ahli penelitian kandungan Al-Qur’an dari aspek ilmu teknologi antara lain Prof. Afzanlurrahman dan Prof. Dr Maurice Bucaille mendapatkan kesimpulan-kesimpulan bawa kitab suci Al-Qur’an memberi dorongan daya cipta umat manusia dalam berfikir dan menganalisa serta mengembangkan fenomena semesta alam ciptaan Allah yang bergerak secara sistematis dan bertujuan itu, menjadi benda-benda atau alat-alat teknologis yang tepat guna bagi kesejahteraan hidup manusia sejak dari ilmu dan teknologi pertnian, irigasi, botani, perkebunan, bio kimia, ersitektur, archeologi, astronomi, fisika, matematika sampai kepada ilmu teknologi angkasa luar dan kedokteran.

Pendidikan Oslam yang tugas pokoknya menelaah dan meng-usa serta mengembangkan pemikiran, informasi dan fakta-fakta kependidikan yang sama sebangun dengan nilai-nilai ajaran agama islam harus mampu mengetengahkan perencanaan program-program kegiatan-kegiatan operasioanl kependidikan terutama yang berkait dengan pengembangan dan pemanfaatan iptek modern dalam bidang kehidupan sosial dan keagamaan umat. Strategi pendidikan islam dalam menghadapi tantangan modernisasi berkat kemajuan IPTEK  itu mencakup ruang lingkup :

1. motivasi kreativitas anak didik ke arah pengembangan IPTEK itu sendiri di mana nilai-nilai islami menjadi sumber acuacnnya

2. mendidik keterampilan memanfaatkan produk IPTEK bagi kesejahteraan hidup umat manusia pada umumnya dan umat islam pada khususnya

3 Menciptakan jalinan yang kuat antara ajaran agama dan IPTEK  serta hubungan yang akrab dengan para ilmuan yang memeang otoritas IPTEK  dalam bidang masing-masing

4. menanam sikap dan wawasan yang luas terhadap kehidupan masa depan umat manusia melalui kemampuan menginterpretasikan ajaran dari sumber-sumber nya yang murni dan kontekstual dengan masa depan kehidupan manusia.

 

A. Perencanaan Program Pendidikan Islam

Dalam merencanakan program ini kita perlu mengindentifikasi 8 masalah pokok yaitu :

  1. Aoakah ajaran agama islam memberikan ruang lingkup berpikir kreatif manusia dan sejauh mana ruang lingkup tersebut diberikan kepada manusia
  2. Potensi fisikologi apa sajakah yang menjadi sasaran pendidikan islam terutama dalam kaitannya dengan kreativitas yang berhubungan dengan perkembangan IPTEK . bagaimanakah sistem dan metode pendidikan yang tepat-guna dalam proses kependidikan islam yang kontekstual dengan IPTEK tersebut.
  3. Keterampilan-keterampilan apa sajakah yang diperlukan anak didik dalam mengelolah dan memanfaatkan IPTEK modern sehingga dapat mensejahterakan kehidupan umat manusia, khususnya umat islam
  4. sampai seberapa jauh anak didik diharapkan mampu mengendalikan dan mengenal dampak-dampak negatif dari IPTEK  terd=hadap nilai-nilai etika keagamaan Islam dan nilai-nilai moral yang telah dan yang harus dimapankan dalam kehidupan individual dan sosial.
  5. sebaliknya apakah nilai moral dan sosial keagamaan mampu memberikan dampak positif terhadap kemajuan IPTEK  modern tersebut.
  6. Kompetensi guru agama apakah yang harus dimiliki sebagai hasil (produk) lembaga pendidikan profesional keguruan yang dapat diandalkan untuk menghadapi modernitas umat berkat kemajuan IPTEK modern tersebut
  7. Gagasab-gagasan baru apa sajakah yang harus dirumuskan kembali dalam perencanaan pendidikan jangka panjang dan pendek, yang terkait dengan pengembangan kurikulum nasional pada sekolah umum dan PTU, serta yang terkait pendidikan pada perguruan-perguruan agama islam pada ssemua jenjangnya.

petunjuk dari sumber pokok pendidikan islam seperti diuraikan di atas sedikit banyak memberikan inspirasi kepada kita bahwa secara subtansial, program pendidikan islam perlu dijabarkaan sesuai dengan idealitas Al-Qur’an dan sunnah Nabi yang beriorentasi kepada hubungan tiga arah yaitu :

  1. Beriorentasi ke arah Tuhan pencipta alam semesta
  2. Beriorentasi ke arah hubungan dengan sesama manusia
  3. Beriorentasi ke arah bagaimana pola hubungan manusia degan alam sekitar dan dirinya sendiri harus dikembangkan.

 

B. Menghadapi Tantangan Dampak-dampak IPTEK Modern

Dalam ssejarah peradaban islam dapat kita telaah, nahwa ilmuwan muslim, para filosofi, para ulama dsb, memiliki sikap positif terhdap ilmu dan teknologi yang non islamis, seperti yang berasal dari yunani dan parsia dsb, didasari dengan rasa optimisme sesuai ajaran islam, para ilmuwan dan ulama masa itu secara antusias mentransfer IPTEK yang islamis Mereka mampu mengislamkan IPTEK yang non islamis, itu berkat kecerdasan dan daya kreatifitas terhadap jenis jenis IPTEK dari luar, sehingga betuk-bentuk IPTEK  yang membahayakan akidah keimanan mereka, ditinggalkan oleh mereka seperti dalam bidang filsafat yang bersifat hedonistik dan epikuris (yang menekankan kenikmatan hidup dari nafsu-nafsu rendah) dan bidang kesusastraan yang penuh dengan hayal dan kesedihan (tragedi).

 

x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.