Pembelajaran yang berkualitas dan efektif

Posted on

Belajar yang berkualitas bila memiliki karakteristik sebagai berikut

Peserta didik yang berkualitas: sehat jasmani dan rohani dan siap untuk berpartisipasi dan belajar, proses belajarnya didukung oleh keluarga dan lingkungannya.

Lingkungan belajar yang berkualitas: sehat, aman, protektif dan gender-sensitive, dan menyediakan sumber belajar dan fasilitas belajar yang memadai.

Konten yang berkualitas: tercermin dalam kurikulum dan materi ajar yang relevan demi tercapainya keterampilan dasar, khususnya di bidang literasi, numerasi dan kecakapan hidup, pengetahuan dalam hal gender, kesehatan, nutrisi, pencegahan HIV/AIDS dan perdamaian.

Proses pembelajaran yang berkualitas: guru yang terlatih menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik di dalam kelas yang dikelolah dengan baik, penilaian yang baik untuk memfasilitasi belajar dan mengurangi kesenjangan.

Outcomes yang berkualitas: lulusan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dan terarah pada pencapaian tujuan pendidikan nasional, serta berpartisipasi positif di dalam masyarakat.

Pada uraian tentang proses pembelajaran berkualitas di atas, jelas terlihat bahwa proses pembelajaran berkualitas sangat ditentukan oleh guru yang berkualitas. Lalu, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apa yang dimaksud dengan guru yang berkualitas. Darling-Hammond (1997) seperti dikutip oleh UNICEF (2000), guru yang berkualitas adalah guru yang menguasai materi pelajaran (konten) yang diajarkan dan pedagogi. Namun, seiring perkembangan teknologi, guru yang berkualitas sekarang diartikan sebagai guru yang menguasai pengetahuan teknologi pedagogi dan konten, yang dikenal dengan istilah TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).

 

Menurut Heick (2014), suatu pembelajaran dikatakan aktif, efektif, dan berkualitas bila memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. peserta didik aktif bertanya – pertanyaan yang baik;
  2. pertanyaan dihargai lebih dari jawaban;
  3. gagasan atau ide datang dari berbagai sumber;
  4. berbagai model pembelajaran digunakan;
  5. penilaian dilakukan secara persisten, otentik, transparan, dan tidak bersifat menghukum;
  6. kebiasaan belajar (learning habits) terus diterapkan;
  7. ada kesempatan untuk mempraktekkan pengetahuan.
x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.