Pengertian Manajemen Pendidikan Teknologi Kejuruan Dan Advokasi

Posted on

Manajemen Pendidikan Teknologi Kejuruan Dan Advokasi , pengertian manajemen pendidikan tidak terlepas dari pengertian pada manajemen umum nya  , yaitu mengandung unsur adanya proses kegiatan yang dilakukan dengan mengordinasikan berbagai kegiatan dan sumber sumber daya untuk mencapai suatu tujuan tertentu .

Berdasarkan Pada pengertian Tersebut , manajemen pendidikan pada dasarnya merupakan suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen , untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya pendidikan secara efisien dalam rangka mencapai tujuan pendidikan .

unsur-unsur pokok dalam definisi tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut .

  • continue : yakni manajemen pendidikan bukan suatu kegiatan yang berdiri sendiri . keputusan manajemen bukan merupakan suatu tindakan yang sesaat , melainkan tindakan yang berkelanjutan atau continue .
  • efektif : segala pekerjaan harus dapat dilakukan secara tepat dan sebaik baik nya , serta mencapai hasil yang sesuai dengan pengharapan . kegiatan manajemen pendidikan merupakan pengetahuan yang luas karena mencakup berbagai fungsi manajemen , seperti perencanaan , pengorganisasian , pergerakan , dan pengawasan . dalam pelaksanaanya , berbagai sumber daya pendidikan seperti manusia material , modal,mesin,metode,energi dan pengetahuan di integrasikan untuk menghasilkan barang atau jasa . integrasi tersebut mengabungkan dua hal atau lebih sumber daya pendidikan dalam berbagai kombinasi yang terbaik , di samping itu , manajemen pendidikan juga dituntut untuk mempunyai kemampuan berkerja , secara efisien agar dapat mengoptimalkan pengunaan sumber daya yang memperkecil limbah .

oleh karena itu manajemen pendidikan teknologi kejuruan dan advokasi yang mencakup masalah amat luas , disamping mencakup unsur unsur manajemen pendidikan pada umumnya , yaitu masalah kepempipinan , perencanaan , pengorganisasian , supervisi , manajemen SDM , manajemen kinerja , manajemen kesiswaan , manajemen kurikulum , manajemen perawatan , sarana dan prasarana , manajemen keuangan , dan manajemen multi terpadu diterapkan dalam konteks pendidikan dan karakterisitik unik nya . tak hanya itu sistem pendidikan teknologi kejuruan dan advokasi mempunyai unsur unsur yang perlu diperhatikan dalam pengeloaanya . unsur unsur yang dimaksud antara lain :

  • tujuan pendidikan teknologi dan advokasi : prinsip kebutuhan indivindu dan masyarakat program kependidikan guru dan dosen , serta organisasi , profesi dan pendidikan kejuruan .
  • unsur utama yang perlu dikaji : ditetapkan dalam sistem pendidikan teknologi kejuruan dan advokasi adalah tujuanya , yaitu menyiapkan peserta didik untuk masuk ke dunia kerja

semua unsur lainya akan sangat terkait tujuan tersebut . apa bila tujuan tidak memiliki kejelasan maka semua unsur lainya akan kabur , tidak terarah , dan tidak terfokus dalam tujuan tersebut . akibatnya , pengelolan pendidikan kejuruan dan advokasi , tidak efektif dan tidak efisien . seperti hal nya pendapat prosser dalam miller (1985) “general education prepares us tto live well” vocational education prepares us to a work well

tuntutan tuntutan akan dikualitas SDM tersebut didasari suatu kenyataan suatu kenyataan bahwa banyak tantangan yang dihadapi organisasi saat ini , akibat adanya globalisasi pasar , kemajuan teknologi , upaya meningkatkan efisiensi , dan orientasi organisasi yang harus selalu melihat kebutuhan masyarakat secara meluruh , untuk menghadapi tuntutan tersebut Maka misi SDM suatu organisasi harus di cirikan oleh :

  1. bertangung jawab atas kerja dan produktivitas kerja
  2. mengembangkan kemampuan seutuhnya
  3. berkontribusi pada perkembangan organisasi
  4. melayani kebutuhan masyarakat
  5. ikut meningkatkan keunggulan bersaing
  6. membina kualitas SDM sebagai kapital individual

dengan demikian upaya pengembangan organisasi tersebut perlu ditunjang oleh sistem nilai SDM yang mencakup nilai nilai kerja dan nilai sosial . tuntutan tuntutan akan nilai kerja tersebut harus di cirikan bahwa SDM dalam berorganisasi selalu menunjukan tingkat kompetensi tertingginya berani mengaambil inisiatif , mampu beradaptasi dengan perubahan , mampu mengambil keputusan dan selalu berkerja sama dalam tim .

berdasarkan hal tersebut di atas , dapat dinyatakan bahwa reorientasi pendidikan indonesia perlu dilakukan upaya menciptakan sinkronisasi terhadap kebutuhan masyarakat untuk itu faktor faktor yang menentukan mutu pendidikan tersebut harus di orientasikan pada kebutuhan masyarakat . faktor faktor penetuan meliputi siswa,guru,kurikulum,sarana dan prasarana ,serta kualitas partisipasi masyarakat , untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat , di perlukan dana besar , oleh karena itu mekanisme pembiayan yang bernuansa berkeadilan perlu dikembangan dalam upaya mencapai kondisi ideal suatu organisasi maka sistem pendidikan nasional harus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat .

x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.