Pengertian Pendidikan Agama Islam

Posted on

Pengertian Pendidikan Agama Islam

Tujuan pendidikan agama Islam

pada hakikatnya sejalan dengan tujuan hidup di dunia ini, yaitu mengabdikan diri kepada Allah Swt. Pengabdian diri tersebut dapat diwujudkan melalui pemahaman, penghayatan, pengalama n, dan pengamalan ajaran-ajaran Islam.
Kesemuanya itu disajikan secara sistematis dalam Buku Siswa Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang SD Kelas II. Buku tersebut hadir sebagai pegangan dan sumber utama belajar peserta didik kelas II.

Adapun dalam penggunaan, maksud dan isinya, serta pengondisian peserta didik dalam menggunakan buku siswa
tersebut dibutuhkan Buku Pegangan Guru. Buku pegangan guru ini bertujuan memberikan panduan bagi guru pendidikan agama Islam mulai dari perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, hingga penilaian. Diharapkan dengan adanya buku pegangan guru, pembelajaran PAI dapat berjalan secara efektif dan bermakna.
Sajian materi yang terdapat dalam buku siswa pada kurikulum terbaru ini, selain materi ke-PAI-an dan pendidikan karakter adalah Profil Pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila merupakan luaran pendidikan yang menjadi arah tujuan dari segala upaya Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II peningkatan kualitas pendidikan nasional dengan merujuk kepada karakter mulia bangsa Indonesia dan tantangan pendidikan abad 21 Profil pelajar Pancasila bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri setiap individu pelajar Indonesia.

Profil pelajar Pancasila hadir untuk membekali siswa dengan beragam pengetahuan dan keterampilan sehingga adil dalam melihat persoalan, bijaksana dalam bersikap serta berkebudayaan dalam bertindak. Mereka juga diharapkan menjadi warga negara dan warga dunia yang terdorong untuk berperan aktif dalam mewujudkan masyarakat Indonesia dan dunia yang demokratis, berkemanusiaan, dan berkeadilan; dengan memegang teguh nilai-nilai ketuhanan sebagaimana yang semuanya terintegrasi dalam Pancasila.
Ada enam karakter/kompetensi yang dirumuskan sebagai dimensi kunci dari profil pelajar Pancasila. Keenamnya tidak bisa terpisahkan karena saling berkaitan dan menguatkan. Adapun enam dimensi tersebut adalah:
1. beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia,
2. mandiri,
3. bernalar kritis,
4. kreatif,
5. bergotong-royong, dan
6. berkebinekaan global.
Enam dimensi ini menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila
tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan
perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga
dunia.


Capaian Pembelajaran
Dalam capaian pembelajaran ini, terbagi menjadi dua yaitu:

Capaian Pembelajaran Pada akhir Fase A, pada elemen Al-Qur’an-Hadis peserta didik dapat mengenal huruf hijaiah dan harakatnya, huruf hijaiah bersambung, dan mampu membaca surah-surah pendek AlQur’an dengan baik. Dalam elemen akidah, peserta didik mengenal rukun iman, iman kepada Allah melalui nama- namanya yang agung (asmaulhusna) dan mengenal para malaikat dan tugas yang diembannya. Pada elemen akhlak, peserta didik terbiasa mempraktikkan nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari dalam ungkapan-ungkapan positif baik untuk dirinya maupun sesama manusia, terutama orang tua dan guru. Peserta didik juga memahami pentingnya tradisi memberi dalam ajaran agama Islam. Mereka mulai mengenal norma yang ada di lingkungan sekitarnya. Peserta didik juga
terbiasa percaya diri mengungkapkan pendapat pribadinya dan belajar menghargai pendapat yang berbeda. Peserta didik juga terbiasa melaksanakan tugas kelompok serta memahami pentingnya mengenali kekurangan diri dan kelebihan temannya demi terwujudnya suasana saling mendukung satu sama lain. Dalam elemen fikih, peserta didik dapat mengenal rukun Islam dan kalimah syahadatain, menerapkan tata cara bersuci, salat fardu, ikamah, zikir dan berdoa setelah salat. Dalam pemah tentang sejarah, peserta didik mampu menceritakasederhana kisah beberapa nabi yang wajib diimani.


Capaian Pembelajaran per Tahun

Capaian pembelajaran per tahun pada kelas 2 SD terbagi menjadi dua semester, yaitu sebagai berikut.
a. Semester 1 (Semester Gasal)

1) Membaca QS. an-Nās dengan tartil, dapat menghafal QS. an-Nās dengan lancar, menjelaskan pesan-pesan pokok QS. an-Nās, dapat menyebutkan huruf hijaiah bersambung sesuai dengan makhārijul ḥurūf, dapat membaca huruf hijaiah bersambung sesuai dengan makhārijul ḥurūf, berani membacanya di depan guru dan orang tua dan diawali 4 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II dengan bacaan taawuz setiap memulainya, sehingga menumbuhkan kebiasaan membaca Al-Qur’an memulainya dengan taawuz, sikap berlindung diri kepada Allah Swt., dan rasa percaya diri.

2) Menyebutkan asmaulhusna al-Ḥafīẓ, al-Walī, al-‘Alīm dan al-Khabīr beserta artinya, dapat membuat karya berupa kaligrafi al-Ḥafīẓ, al-Walī, al-‘Alīm dan al-Khabīrbeserta artinya secara berkelompok sehingga menumbuhkan sikap
perilaku tawakal, bersyukur, rajin belajar, dan rasa ingin tahu, serta meyakini bahwa Allah Swt. Maha Memelihara, Maha Melindungi, Maha Mengetahui, dan Mahateliti/ Waspada.


3) Menyebutkan arti menyayangi manusia, empati, tutur kata yang lembut, dan jujur dengan menggunakan bahasa
sendiri, dapat membuat kreasi cerita pendek sederhana mengenai menyayangi manusia, empati, tutur kata yang
lembut, dan jujur, sehingga dapat menumbuhkan sikap menyayangi manusia, empati, tutur kata yang lembut, dan
jujur, serta meyakini bahwa perilaku menyayangi manusia, empati, tutur kata yang lembut, dan jujur sebagai cerminan dari iman.


4) Menjelaskan ketentuan salat fardu, azan dan ikamah, dapat mempraktikkan ketentuan salat fardu, azan dan ikamah, sehingga tertanam perilaku tertib, disiplin, dan terbiasa taat beribadah.


5) Menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. dengan menggunakan bahasa sendiri, dapat menyusun urutan kartu kisah Nabi Nuh a.s. secara berkelompok lalu menceritakan kembali kisah Nabi Nuh a.s. secara berantai, sehingga dapat menumbuhkan sikap sabar dan kerja keras sebagaimana meneladan NabNuh a.s., serta meyakini kebenaran kisah Nabi Nuh a.s.


b. Semester 2 (Semester Genap)
1) Membaca QS. al-Falaq dan QS. al-Kauṡar dengan tartil terutama dalam menerapkan bacaan gunnah dan mad dapat menghafal QS. al-Falaq dan QS. al-Kauṡar dengan lancar, menjelaskan pesan-pesan pokok QS. al-Falaq dan QS. al-Kauṡar dengan baik, sehingga menumbuhkan kebiasaan senang membaca Al-Qur’an, berlindung diri kepada Allah Swt., bersyukur, dan peduli terhadap sesama.


2) Menyebutkan nama-nama malaikat dan tugas-tugas mereka, dapat membuat karya gambar (kaligrafi) tentang
nama malaikat dan tugas-tugasnya secara berkelompok, sehingga menumbuhkan sikap taat dan patuh meneladan
sifat mulia para malaikat, serta meyakini adanya malaikat- malaikat Allah Swt.


3) Menjelaskan arti gaya hidup bersih, rapi, dan teratur dengan menggunakan bahasa sendiri, dapat membuat kreasi
denah lingkungan rumah yang bersih, rapi, dan teratur, sehingga dapat menumbuhkan sikap gaya hidup bersih, rapi, dan teratur, serta meyakini bahwa hidup bersih, rapi, dan teratur sebagai cerminan dari iman.


4) Menjelaskan ketentuan bacaan-bacaan zikir dan doa setelah salat, dapat mempraktikkan ketentuan bacaan-bacaan zikir dan doa setelah salat, sehingga tertanam perilaku rendah hati pada sesama dan berserah diri kepada Allah, serta menerima makna zikir dan doa setelah salat sebagai wujud berserah diri kepada Allah Swt.


5) Menceritakan kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan menggunakan bahasa sendiri, dapat menyusun urutan kartu kisah
Nabi Ibrahim a.s. secara berkelompok lalu menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim a.s. secara berantai, sehingga dapat menumbuhkan sikap rela berkorban, taat dan patuh kepada Allah Swt. sebagaimana meneladan Nabi Ibrahim
a.s., serta meyakini kebenaran kisah Nabi Ibrahim a.s

x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.