Sertifikasi bagi guru dalam jabatan

Posted on

apa itu sertifikasi guru ? 

isu yang paling menjadi perhatian di dunia pendidikan setelah pengesahan undang undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pada desember 2005 adalah persoalan sertifikasi guru .

 

hal itu dilakoni karena selain merupakan fenomena baru , istilah tersebut juga menyangkut nasib dan masa depan guru berbagai interprestasi terkait dengan pemahaman sertifikasi guru bermunculan . ada yang memahami bahwa guru yang mempunyai jenjang S1 Pendidikan secara otomatis sudah bersertifikasi . ada juga yang memahami bahwa sertifikasi dapat diperoleh lewat pendidikan kusus yang dilakukan oleh lembaga pendidikan tenaga pendidikan yang ditunjukan pemerintah .

agar pemahaman sertifikasi lebih jelas dan mantap , berikut ini dikutipkan beberapa pasal yang tertuang dalam pembangunan republik indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen sebagai berikut ,

  1.  pasal 1 butir 11 : sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat kepada guru dan dosen
  2. pasal 8 : guru wajib memiliki kualifikasi akademik , kompetensi sertifikat pendidikan , sehat dan jasmani serta rohani , serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
  3. pasal 11 butir 1 : sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi syarat
  4. pasal 16 : guru yang memiliki sertifikat pendidik memperoleh tunjangan profesi 1x gaji , guru negeri maupun swasta dibayar oleh pemerintah

dari kutipan tersebut dapat dipahami bahwa sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan tertentu yaitu memiliki kualifikasi akademik , kompetensi , sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidik nasional , yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak .

sertifikasi guru ternyata juga diberlakukan di negara asia . di cina telah memberlakukan sertifikasi guru sejak 2001 . begitu juga dengan di filipina dan malaysia belakangan juga telah mengisyaratkan kualifikasi akademik minimum dan standar kompetensi bagi guru

lalu , jika dibandingkan dengan gaji guru di indonesia ,guru hanya menerima rata rata satu juta rupiah sebulan , dapat kurang atau lebih sedikit .jadi dengan gaji yang diterima ada sebagian guru yang bercanda “bagaimana dapat menabung keperluan hidup saja , sudah abis selepas tengah bulan ”

melihat nasib dan kesejahteraan guru yang memprihatinkan itulah , pemerintah indonesia ingin memberikan reward kepada guru berupa pemberian tunjangan profesional yang berlipat dari gaji yang diterima . harapan kedepan adalah tidak adalagi guru yang bekerja mencari objekan diluar dinas karena kesejahteraan nya sudah terpenuhi . akan tetapi syaratnya tentu saja guru harus lulus ujian sertifikasi , baik guru dan mengajar di sekolah TK,SD,SMP,SMA .

tujuan dan manfaat sertifikasi

undang-undang guru dan dosen menyatakan bahwa sertifikasi sebagai bagian dari peningkatan dari mutu guru dan peningkatan kesejahteranya , oleh karena itu lewat sertifikasi ini ,guru menjadi pendidik yang profesional , yaitu yang berpendidikan minimal S-1 dan berkompetensi sebagai agen pembelajaraan yang dibuktikan dengan pemilikan sertifikasi pendidik setelah dinyatakan lulus uji kompetensi  atas profesinya itu , ia berhak mendapat imbalan atau reward berupa tunjangan profesi dari pemerintah sebesar 1x gaji pokok

peningkatan mutu guru lewat program sertifikasi ini sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan . rasionalnya adalah apabila kompetensi guru bagus yang diikuti dengan penghasilnya juga bagus di harapkan kinerja nya juga bagus .apabila kinerja nya bagus maka KBM nya juga bagus KBM(Kegiatan belajar mengajar ) kbm yang bagus diharapkan dapat membuahkan pendidikan yang bermutu . pemikiran itulah yang mendasari bahwa guru perlu disertifikasi .

adapun manfaat sertifikasi antara lain sebagai berikut .

pertama melindungi profesi guru dari praktek layanan pendidikan yang tidak kompeten sehingga dapat merusak profesi citra guru .kedua melindungi masyarakat dari praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan profesional yang akan menghambat peningkatan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia di negeri ini ketiga menjadi wahana menjamin muta Bagi LPTK yang bertugas mempersiapkan calon guru dan juga befungsi kontrol mutu bagi penguna layanan pendidikan , keempat menjaga lembaga penyelenggara pendidikan dari keinginan internal dan external yang potensial yang dapat menyimpang dari ketentuan yang berlaku .

 

x
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published.